Minggu, 27 November 2011

Kesetiaan Si Pinguin

Di seluruh dunia terdapat 17 hingga 19 spesies pinguin, tergantung pada apakah dua spesies Eudyptula dihitung juga sebagai spesies. Walaupun seluruh jenis pinguin awalnya berasal dari belahan bumi selatan, namun pinguin tidak hanya ditemukan di daerah dingin atau di Antartika saja. Terdapat tiga spesies pinguin yang hidup di daerah tropis. Salah satu spesies hidup di Kepulauan Galapagos (Pinguin Galapagos) dan biasanya menyeberangi garis khatulistiwa untuk mencari makan.

Spesies pinguin terbesar adalah Pinguin Emperor (Aptenodytes forsteri) dengan tinggi mencapai 1,1 meter dan berat 35 kilogram atau lebih. Spesies pinguin terkecil adalah Pinguin Peri (Eudyptula Minor) dengan tinggi sekitar 40 cm dan berat satu kg. Secara umum, pinguin yang berukuran besar lebih dapat mempertahankan suhu tubuhnya sehingga dapat bertahan di daerah dingin, sementara pinguin yang berukuran lebih kecil biasanya ditemukan di daerah yang lebih hangat bahkan daerah tropis.

Kenapa penguin? Karena hewan ini adalah hewan yang paling setia sama pasangannya.

Sekali berpasangan, ia akan monogami. Pasangan yang sama umumnya akan kembali ke koloni yang sama dan kerap kembali ke sarang yang sama tiap tahun. Sebanyak 80-90 persen dari mereka akan terus bersama sepanjang beberapa musim berbiak secara berturut-turut, tetapi sisanya bisa bertahan bersama hingga 10 tahun lebih. Padahal, usia harapan hidup mereka hanya 13-15 tahun.

Penguin memiliki “perkawinan” yang aneh. Pasangan penguin tersebut meluangkan waktu mereka terpisah dengan yang lainnya dan hanya bertemu sekali di akhir Maret, setelah berjalan bersama sekitar 70 mil atau 112 km di daratan, entah itu mereka berjalan atau menggelindingkan diri. Setelah itu, penguin melihat pasangan kawin mereka dengan cara bersiul.

Penguin jantan diam di satu tempat, lebih rendah dari kepalanya dan dadanya untuk memanggil sang betina. Setelah mereka bertemu satu sama lain, mereka akan berdiri setinggi dada, kemudian saling bersiul dan bernyanyi. Nah, setelah itu saatnya untuk masa kawin. Ketika sedang bertelur, penguin betina mengalirkannya secara hati-hati pada pasangannya (jika telur itu menyentuh es dan membeku maka kemudian bakal mati), untuk itu telur dijaga agar senantiasa hangat.

Penguin betina kemudian pergi ke laut untuk mencari makan, meninggalkan sang penguin jantan tanpa makanan selama dua bulan. Para penguin jantan berkumpul bersama dalam satu kumpulan besar agar mengawetkan tubuh agar hangat dalam dingin dan lingkungan keras, seperti angin kencang mencapai 120 mph (200 km per jam). Ketika sang betina kembali, dia menemukan pasangannya beserta anak penguin baru tumbuh dengan mendengarkan siulan dari ratusan penguinnya lain.

Penguin memang seekor biantang monogamous, di mana mereka hanya memiliki satu pasangan kawin saja. Jika mereka tidak dapat menemukan pasangan mereka di musim mendatangnya (dan kebanyakan tidak dapat menemukannya di mana sekitar 15% pasangan yang hanya dapat saling bertemu di tahun berikutnya, dan hanya 5% di tahun ketiga yang saling bertemu) mereka akan menemukan pasangan barunya.

 Inilah filosofi yang dapat diambil dari Pinguin, yaitu kesetiaan dan pengorbanan. Penguin Jantan adalah seorang Suami SIAGA (Siap Antar Jaga).

Penguin ini berpisah hampir berbulan2, tapi yang hebatnya, si Penguin jantan ini nggak pernah lupa sama pasangannya yang baru aja pulang dari nyari makan.

Coba kita pikir-pikir semua pinguin kan bentuknya sama,, namun c pinguin jantan akan tetap bisa mengenali c pinguin betina...dan juga iya akan merawat anak nya..setia banget ya si binatang pinguin ini... :)































Tidak ada komentar:

Posting Komentar